Kamis, 06 Februari 2014

Unsur-unsur Dalam Seni Rupa

Unsur-unsur Seni Rupa :
Titik
Garis
Bidang
Bentuk
Warna
Gelap terang/pencahayaan
Tekstur
Pelengkap :
Perspektif
Komposisi/Pengaturan objek gambar/Susunan gambar/lukisan
Perbandingan/Keselarasan
Kesatuan
Harmonis
Keindahan/Estetika



Senin, 31 Desember 2012

Seni Rupa dalam Kehidupan
Pendapat Pribadi
Hidup dari hasil kesenirupaan di Indonesia, terutama seni lukis, kelihatannya belum menjajnjikan, dilihat dari sudut pandang penghasilan masyarakat yang kebanyakan masih di bawah standar. Seni bisa diminati kalau daya beli masyarakat tinggi. Di Indonesia yang berpenghasilan tinggi, tidak sebanyak masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Ini baru prediksi....... ok kita lanjut  di lain waktu........

Kamis, 10 Februari 2011

BAB III PROPOSAL PTK

BAB  III
RENCANA  PENELITIAN
A.  Seting Penelitian
   Penelitian yang berjudul “Strategi Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa KelasVIII SMP Negeri  2  Cirebon Dengan Pendekatan Kontekstual Dan Pencapaian Hasil Belajarnya” merupakan Penelitian Tindakan Kelas deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Cirebon, di kelas VIII dengan jumlah siswa sebanyak 280 siswa, terdiri dari laki-laki 132 siswa, dan wanita 148 siswa, dengan jumlah kelas ada delapan kelas . Pelaksanaan penelitian dimulai bulan Agustus 2009 dan berahir pada bulan November 2009.
B. Faktor yang diselidiki :
  1. Faktor siswa : Melihat kemampuan siswa dalam hal keterampilan menggambar, dan melukis ilustrasi, di kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Cirebon, pada kegiatan  pembelajaran seni rupa.
  2. Faktor guru : Kinerja guru dalam melaksanakan, serta penyusunan rencana  pembelajaran, apakah sudah tepat  dan benar menggunakan strategi dengan pendekatan kontektual.
C. Rencana Tindakan      
    Dalam pelaksanaan PTK ini direncanakan tiga siklus. Masing-masing siklus mencakup    kegiatan :
1.    Perencanaan
Penulis mengidentifikasi masalah siswa dalam mengikuti pembelajaran seni rupa yang kurang bersemangat, mendiskusikan strategi dan pendekatan pembelajaran kontekstual, agar efektif dalam penggunaannya, serta kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa.
2.  Tindakan
Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang meliputi :
a. Menetapkan strategi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual.
b. Evaluasi keberhasilan penggunaan stragegi belajar mengajar dengan pendekatan kontekstual.
c. Menyusun rencana pengolahan data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.
      3.  Observasi                 
a.    Kegiatan yang dilakukan oleh penulis dalam tahap ini adalah, melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan strategi pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Kegiatan pengamatan diusahakan secara menyeluruh, dibantu dengan  lembar pengamatan, dan catatan lapangan.
b.  Menetapkan penyampaian materi, dengan strategi pembelajaran menggunakan  pendekatan kontekstual yang telah direncanakan.
c.    Dalam menyampaikan materi pembelajaran meliputi :
*     Menyiapkan rencana pembelajaran.
*     Menganalisis butir-butir materi pelajaran.
*     Mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki siswa.
*     Menganalisis instruksional tugas yang harus dikerjakan siswa.
*     Mengembangkan alat evaluasi.
*     Mengembangkan strategi instruksional kegiatan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
      4. Refleksi
      Tindakan yang sudah dilakukan kemudian di evaluasi hasilnya. Data hasil tindakan diolah dan dianalisis, digunakan sebagai dasar untuk menarik suatu simpulan. Dari hasil simpulan tersebut, penulis dapat menentukan perlu tidaknya diadakan penelitian ulang. Bila hasil simpulan tersebut tidak sesuai dengan rencana semula, maka langkah berikutnya mencari faktor penyebab adanya ketidaktercapaian tersebut.
D.  Metode Analisis Data
Metode analisis data dilakukan dengan : reduksi data, penyajian data,       penarikan simpulan dan verifikasi refleksi.
1.   Reduksi data
      Reduksi data yang diperoleh dari hasil observasi dan angket ditulis dalam bentuk rekaman data, dikumpulkan, dirangkum dan dipilih. Rekaman data mentah disusun diambil pokok-pokok yang penting untuk mempermudah.
2.   Penyajian data
      Data yang telah direduksi dan dikelompokkan, dideskripsikan dalam bentuk kalimat, untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu.
3.  Penarikan simpulan, verifikasi dan refleksi
Data yang diperoleh dicari pola, tema, hubungan dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara. yang disebut dengan temuan peneliti. Penarikan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti berupa indikator-indikator yang selanjutnya dilakukan pemaknaan atau refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya.
Sebagai standar ketuntasan belajar siswa digunakan patokan yang ditetapkan yaitu sebesar 70% secara individual dan ketuntasan secara     klasikal sebesar 85%. Rumus ini digunakan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan dan peningkatan pembelajaran yang dicapai siswa.
4. Unsur penilaian analitis
Penilaian terhadap hasil pemahaman konsep gradien bersifat analitis.
Penilaian dengan pendekatan analitis merinci pemahaman tertentu agar lebih objektif dalam penilaian.
5. Menyimpulkan dan memverifikasi
  Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan ilmiah.

Sabtu, 05 Februari 2011

PROPOSAL PTK SENI RUPA

ABSTRAK

Strategi Pembelajaran Seni Rupa Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Cirebon
Dengan Pendekatan Kontekstual Dan Pencapaian Hasil Belajarnya 

                                                      Penelitian Tindakan Kelas
Kata Kunci    : Strategi Pembelajaran Seni Rupa Dengan Pendekatan Kontekstual
            Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini secara umum untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Seni Rupa di SMP Negeri 2 Cirebon. Sedangkan secara khusus penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk memperoleh data tentang strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Cirbeon dengan menggunakan pendekatan kontektual serta tingkat keberhasilannya.
          Pendekatan Kontekstual merupakan strategi belajar mengajar yang tujuannya untuk mendapatkan hasil guna dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran seni rupa. Penggunaan strategi ini diharapkan dapat merangsang kreatifitas siswa dalam berkarya seni rupa, juga dapat mendorong siswa belajar secara sistematis, berencana dan mantap serta konsisten.
          Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Cirebon dengan populasi seluruh kelas VIII dengan jumlah kelas 5 kelas serta jumlah siswa 206 orang. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif empirik.
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
(1)       Tanpa menggunakan strategi pembelajaran dengan  pendekatan kontekstual Kegiatan Belajar Mengajar kurang memberikan keberhasilan.
(2)       Dengan menggunakan  strategi pembelajaran dengan pendekatan kontekstual Kegiatan Belajar Mengajar dapat dicapai dengan baik.  

                                                        KATA  PENGANTAR 
          Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah – Nya sehingga penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat terselesaikan dengan baik.
            Dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini, telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih  kepada :
             Kepala SMP Negeri 2 Cirebon dan segenap Guru pengajar serta Staf Tata Usaha, yang telah banyak membantu, semoga segala amal baik dan keikhlasannya mendapat balasan dari Allah SWT. Amiin.
               Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ini masih jauh dari sempurna, dikarenakan kurangnya pengalaman, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Akhirnya semoga Penelitian Tindakan Kelas  ini ada manfaatnya bagi pembaca.

                                                                                                    Cirebon, Maret 2008
                                                                                                    Penulis 

DAFTAR  ISI

HALAMAN  JUDUL ....................................................................................        i 

LEMBAR PENGESAHAN  .........................................................................        ii

ABSTRAK  ....................................................................................................        iii
KATA  PENGANTAR  ................................................................................         iv
DAFTAR ISI  ................................................................................................        v

BAB      I     PENDAHULUAN  ....................................................................       

A.    Latar Belakang Masalah  .......................................................        1
B.     Identifikasi Masalah  .............................................................        3
C.     Batasan Masalah ....................................................................      3
D.    Rumusan Masalah ..................................................................       4
E.     Tujuan Penelitian ...................................................................        4
F.      Manfaat Hasil Penelitian .......................................................         4

BAB      II   LANDASAN TEORI ................................................................       

A.    Deskripsi Teori  ......................................................................       5
B.     Kajian Hasil Penelitian  .........................................................        20

BAB      III  METODOLOGI PENELITIAN ..............................................       

A.    Objek Tindakan .....................................................................       23
B.     Seting/Lokasi/Subjek Penelitian ............................................         23
C.     Metode Pengumpilan Data ....................................................        24
D.    Metode Analisa Data .............................................................        25
E.     Cara Pengambilan Kesimpulan ..............................................         26

BAB      IV  HASIL PENELITIAN  .............................................................       

A.    Gambaran Selintas Tentang Seting.........................................         27
B.     Uraian Penelitian Secara Umum/Keseluruhan .......................          27
C.     Penjelasan Per Siklus ……………………………………….       28
D.    Proses Menganalisis Data  …………………………………..       33
E.     Pembahasan Dan Pengambilan Kesimpulan  ……………….          33

BAB      V   KESIMPULAN DAN SARAN  ...............................................       

A.    Kesimpulan  ..........................................................................        36
B.     Saran Untuk Tindakan Lebih Lanjut......................................          37



 BAB I
PENDAHULUAN 
A.                Latar Belakang Masalah
          Pendidikan seni rupa di sekolah umum, pada dasarnya diarahkan untuk menumbuhkembangkan kepekaan rasa, serta memiliki daya cipta, sehingga terbentuk kesadaran terhadap nilai-nilai seni budaya. Kemampuan ini dapat tumbuh kembang, bila dilakukan serangkaian kegiatan pengamatan, penilaian, analisis dan penghargaan terhadap karya seni, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kurikulum Pendidikan Nasional (1993 – 1994 : 86) pada mata pelajaran pendidikan seni, bertujuan untuk :
     “Menanamkan dan mengembangkan cita rasa keindahan dan keterampilan berolah seni, serta rasa cinta dan bangga terhadap seni budaya bangsa Indonesia. Selain itu mata pelajaran pendidikan seni bertujuan untuk menyeimbangkan kemampuan rasional dan emosional.”

Sedangkan tujuan pembelajaran seni adalah :

     “Memahami arti seni, mengembangkan kepekaan terhadap seni, mengembangkan estetika, mengembangkan kemampuan berapresiasi, berkarya kreatif “ (Pendidikan Nasional, 1993 : 1994 : 87)

          Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 :
    “Pendidika seni budaya dan keterampilan diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatan. terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang terletak pada pemberian pengalaman secara estetik, dalam bentuk kegiatan berekspresi dan berkreasi serta berapresiasi melalui pendekatan “belajar dengan seni”, dan ” belajar melalui seni”. Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.”            
                Guru dalam proses pembelajaran di dalam kelas, banyak menghadapi kesulitan dalam menyampaikan materi terhadap siswa. Karena tidak semua siswa menyukai mata pelajaran seni rupa dengan berbagai alasan, kurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran seni rupa berakibat siswa kurang kreatif.  Rendahnya kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa, mengakibatkan kurang kreativitas serta tingkat keberhasilan siswa dalam pendidikan seni rupa. Guru dalam pemilihan metode mengajar, kadang kurang relevan dengan tujuan dan materi pembelajaran, demikian pula dengan keterampilan menggunakan metode.  
            Proses kegiatan belajar mengajar pendidikan seni rupa, yang mempunyai peranan penting adalah strategi, pendekatan dan metode pembelajaran yang digunakan. Pendekatan dan metode ini menjadi penghubung antara pengajar dengan siswa, dan merupakan sarana pengarah secara timbal balik. Menggunakan pendekatan dan metode mengajar yang tepat, akan sangat menentukan pencapaian hasil belajar siswa. salah memilih metode, maka kegagalanlah yang akan didapat.
           Metode merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dalam menetapkan metode dan alat bantu hendaknya tidak menggunakan satu metode mengajar, tetapi kombinasi dari beberapa metode mengajar dengan bantuan alat peraga (Sudjana, 1989 : 66).
              Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran seni rupa, belum terlaksana kegiatan pemberian pengalaman estetik, ekspresif, dan kreatif. Dilain pihak peserta didik banyak membuang waktu percuma, suasana kelas dengan tingkat gangguan tinggi, keadaan suasana  menjemukan, materi pelajaran sulit disampaikan, dan tidak mudah dipahami. Siswa bersikap sinis, apatis, dan karya yang dihasilkan bernilai rendah. Kejadian seperti itu yang mendorong penulis untuk mengadakan Penelitian Tindakan Kelas, dan bagaimana penggunaan strategi pembelajaran seni rupa.dengan pendekatan  kontekstual di SMP Negeri 2 Cirebon.
B.     Identifikasi Masalah
          Dari uraian tersebut diatas terdapat beberapa permasalahan di antaranya :
1.    Pemilihan strategi, pendekatan dan metode mengajar, yang kurang relevan dengan tujuan  materi pembelajaran.
2.   Kurang terampilnya guru dalam menggunakan strategi, pendekatan dan metode, pada pelaksanaan pembelajaran seni rupa.
3.          Kurangnya kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa.
4.          Keterikatan guru pada satu jenis metode mengajar.
5.         Masih rendahnya tingkat keberhasilan pendidikan seni rupa di SMP Negeri 2 Cirebon.
6.          Kurangnya kreatifitas siswa SMP Negeri 2  Cirebon dalam berkarya seni rupa.
7.    Belum terbiasanya guru dalam menggunakan Pendekatan kontekstual, serta peraga  dalam pembelajaran seni rupa.
C.    Batasan Masalah
        Agar pembahasan masalah menjadi fokus, maka permasalahan di batasi pada :
1.      Strategi pembelajaran seni rupa dengan pendekatan kontekstual di SMP Negeri 2 Kota Cirebon.
2.      Tingkat keberhasilan strategi pembelajaran seni rupa dengan pendekatan  kontekstual di SMP Negeri 2 Kota Cirebon.
 D.        Rumusan Masalah
          Pembahasan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut  :
1.   Bagaimana strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Kota Cirebon dengan menggunakan pendekatan Kontekstual ?
2.     Bagaimana tingkat keberhasilan strategi pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Kota Cirebon dengan menggunakan pendekatan Kontekstual ?  
E.     Tujuan Penelitian
          Penelitian Tindakan Kelas ini, secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pembelajaran seni rupa di SMP Negeri 2 Cirebon. Sedangkan secara khusus penelitian ini :
1.          Dapat mengidentifikasi permasalahan yang timbul di kelas 
2.    Untuk memperoleh data tentang proses penggunaan pendekatan Kontekstual pada  pengajaran seni rupa.
3.         Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam pendidikan seni rupa.
4.      Dapat melaksanakan perencanaan, peningkatan, dan berdaya guna pada pembelajaran seni rupa.
F.     Manfaat Hasil Penelitian
          Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi Sekolah :
   Sebagai masukan pada SMP Negeri 2 Kota Cirebon untuk acuan dalam mengembangkan pendidikan seni rupa.
2. Untuk Guru
    a.  Meningkatkan prestasi kerja penulis dalam melaksanakan tugas sehari – hari di sekolah            sebagai guru seni rupa. 
     b.    Bahan referensi bacaan bagi teman – teman Guru pendidikan seni rupa. 
Dilanjutkan dengan Postingan berikutnya